Generasi Millennial, Sudahkah Beradaptasi di Ekosistem Digital?

ARTICLE_GENERASI_MILENNIALS-1200x600.jpg

Generasi Millennial, Sudahkah Beradaptasi di Ekosistem Digital?

March 6, 2017 by pejuangdigital0

Mengintip Hubungan Generasi Millennial dan Dunia Digital

Siapa itu generasi Millennial? kalau kamu termasuk yang lahir dari kurun periode 1980-2000, maka kamu termasuk dalam kelompok generasi yang juga dikenal sebagai Generasi Y. Kemudian, mengutip kalimat terkenal dari Charles Darwin, “It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is most adaptable to Change”, bukanlah spesies terkuat maupun yang memiliki intelegensia tinggi yang bisa bertahan, melainkan yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan!  Kalimat tadi masih teruji kebenarannya sampai hari ini. Contohnya bisa kita lihat dalam dunia profesionalitas dan bisnis, baik individu maupun korporasi harus terus menerus beradaptasi terhadap laju perkembangan apabila ingin survive dalam ekosistem digital.

Dunia digital sedang pada fase sprint, alias melaju sekencang-kencangnya. Sudah bukan rahasia, bahwa dalam beberapa tahun belakangan dunia bisnis pun agresif dalam mempersiapkan amunisi untuk eksis secara digital. Dengan berbagai piranti handal dan dukungan individu yang cerdas digital. Mereka tidak mau ketinggalan, tidak mau sekedar menjadi penonton. Mereka ingin sukses beradaptasi untuk unggul dalam perubahan. Apalagi para pesaing dan talenta baru setiap hari bisa saja menemukan inovasi yang jenius untuk menang.

Kenapa digital sedang populer? Tentu bukan sekedar konsep follow the trend. Melainkan karena perusahaan masa kini jeli memantaskan diri dengan gaya dan gerak gerik target audience atau para calon konsumen mereka. Data dari Digital Yearbook di tahun 2016 menyatakan kalau total pengguna internet saja mencapai 3.419 milyar, itu berarti hampir setengah dari total populasi manusia di bumi! Pengguna sosial media sendiri jumlahnya mencapai 2.3 milyar. Bahkan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk hanya sekitar 250 juta jiwa, sudah memiliki jumlah pengguna piranti mobile sebanyak 326 juta, dengan 88 juta pengguna akses internet aktif. Fakta ini tentu sangat mencengangkan sekaligus menunjukkan potensi berikut tantangan yang menyambut perjalanan kita di masa depan. Gaya dan strategi bisnis, khususnya dalam bidang pemasaran harus ikut menyesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas manusia millenial yang mengutamakan kemudahan dan manfaat akses digital.

Pelaku industri dan penggerak ekonomi, khususnya produsen dan korporasi akan semakin membutuhkan talenta yang mumpuni secara digital agar siap bersaing menghadapi tantangan yang semakin ketat. Sementara pertanyaannya, apakah supply nya sudah memenuhi demand? Menjadi sebuah anomali jika seandainya frekuensi kebutuhan dunia terhadap digital expert semakin tinggi namun jumlah sumber daya yang tersedia tidak mampu memenuhi.

Karena belum berimbangnya supply and demand tersebut, timbul kejadian di mana pembajakan talenta digital menjadi hal yang maklum dilakukan. Bahkan seringkali ditemukan pada generasi Millenial adalah ketika bekerja di sebuah perusahaan, biasanya hanya bertahan kurang lebih satu tahun untuk kemudian resign, dengan alasan karena mendapatkan tawaran selangit dari perusahaan lain yang sudah meneropong bakat digital mereka. Menjadi sebuah kekhawatiran bahwa uang akan selalu menjadi mindset utama, yang kemudian jadi kebiasaan ‘kutu loncat’ yang akan dilakukan terus menerus. Memang uang adalah fasilitas yang diperoleh dari bekerja, namun membuat sebuah portfolio yang baik untuk mencerminkan etos kerja, integritas, loyalitas juga prestasi yang konsisten adalah investasi yang tak kalah penting. Sebagai generasi yang akan mengambil alih kemudi perusahaan-perusahaan besar atau bahkan mewujudkan impiannya untuk membangun startup dalam hitungan tahun ke depan, harus mulai siap ber-aksi, bukan hanya sekedar eksis. Generasi millenial terdiri dari individu yang paling banyak terpapar informasi dan teknologi di era digital, sehingga sudah selayaknya juga wajib untuk cepat beradaptasi terhadap dinamika dan  laju perkembangannya .

Pentingnya beradaptasi

Ketika kita berbicara tentang pemasaran secara digital, kita akan berbicara tentang sebuah konsep raksasa. Kita berbicara tentang sebuah pemasaran yang berkaitan dengan budaya dunia, inovasi produk, pelayanan super, respon cepat dan perlunya ide baru terus menerus.

Dari penjabaran dinamika pada ekosistem digital tadi, maka muncul ide untuk gerakan yang kemudian lahir dengan tajuk Pejuang Digital. Sebuah kolaborasi untuk menjadi pencetak sumber daya berkualitas yang akan mengisi kebutuhan industri tanah air akan individu bangsa yang potensial sebagai punggawa digital. Pejuang Digital memberikan pemahaman menyeluruh dan kesempatan berdiskusi secara langsung dengan para mentor ahli dan praktisi ranah digital, terkait konsep dan seluk beluk dunia ini, seperti framework TCEO model, analytic technique, social media optimization, hingga search marketing. Seluruh pengalaman tersebut akan menjadi bekal dan amunisi generasi Millennial untuk dapat sukses beradaptasi dan bersaing dalam ekosistem dan persaingan digital hari ini.

Apakah kamu sudah merasa siap beradaptasi dalam dunia digital? Siap untuk belajar cerdas sambil bekerja keras dalam persaingan digital? Are you the next most wanted digital expert? come find out and be one!

Follow us: @pejuangdigital



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *